28 Mei 2019

Berita Golkar - PDK Kosgoro 1957 Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Kepemimpinan Airlangga dianggap berhasil. Satu tahun memimpin dari hasil Munaslub pada Desember 2017, Partai Golkar mampu bertahan menjadi pemenang kedua Pileg 2019 sekaligus sukses menghantarkan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang pada Pilpres 2019.

Baca Juga: SOKSI Sebut Isu Percepat Munas Manuver Politik Yang Bakal Rugikan Golkar

"Di Pemilu 2019, Golkar di bawah kepemimpin Pak Airlangga sukses menghantarkan Pak Jokowi menjadi presiden untuk kedua kalinya. Di Pileg, Pak Airlangga juga mampu membuat Golkar bertahan pada posisi runner up, walaupun hanya beberapa bulan saja memimpin Golkar setelah menerima estafet kepemimpinan dari Setya Novanto yang terlibat masalah hukum," ujar Ketua Bidang Organisasi PDK Kosgoro 1957 Laras Susiyanto, dikutip dari rmco.id, Selasa (28/5).

Laras menjelaskan, di awal-awal kepemimpinan Airlangga, hampir semua lembaga survei memprediksi Partai Golkar akan mengalami penurunan dahsyat di Pemilu 2019. Diperkirakan, Partai Golkar hanya akan meraih enam persen kursi DPR.

"Namun, beliau (Airlangga) membawa sampai ke 14 persen, hampir 15 persen. Kami pikir ini pencapaian yang luar biasa. Dalam kondisi yang kurang baik terkait adanya kader Golkar yang tersangkut masalah hukum, Golkar tetap mampu memperoleh 85 kursi parlemen urutan kedua setelah PDIP. Mungkin saja, bila Golkar memiliki capres atau cawapres dari internal sendiri tentu capaian Golkar akan menjadi the winner," ujarnya.

Baca Juga: Ormas MKGR Komitmen Dukung Golkar Di Bawah Kepemimpinan Airlangga

Terkait adanya rumors DPD ingin mendorong pelaksanaan Munaslub, Kosgoro 1957 meyakini DPD Partai Golkar DKI beserta 6 tingkat II DKI solid mendukung Airlangga Hartarto hingga selesai masa jabatannya. Laras juga berpandangan tidak ada urgensinya untuk dilaksanakan Munaslub. Apalagi masa bakti kepengurusan DPP Partai Golkar tinggal beberapa bulan saja.

"Demi terciptanya suasana yang kondusif di Partai Golkar dan untuk menghindari perpecahan, maka beri kesempatan Ketum Golkar menyelesaikan agenda-agenda politik Partai Golkar pasca-Pemilu 2019," tegasnya. [rmco.id]

fokus berita : #Laras Susiyanto


Kategori Berita Golkar Lainnya