28 Mei 2019

Berita Golkar - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) menyatakan kekecewaannya kepada para calon anggota legislatif (caleg) Partai Golkar yang enggan menggunakan Big Data. "Saya sudah fasilitasi para caleg dengan Big Data yang cukup mahal untuk memenangkan kursi DPR. Namun banyak yang masih kurang mengerti bahkan enggan memanfaatkannya." ucap ARB geram.

Hal ini disampaikan ARB saat berbuka puasa bersama dengan Kader Golkar Milenial di Bakrie Tower lantai 46, senin (27/5/2019) malam. "Padahal Big Data bisa menjadi alternatif cara memenangkan kontestasi politik di era modern. Saya mendapatkan kisah sukses Wakil Ketua MPR, Mahyudin yang maju melalui jalur DPD dari dapil Kaltim dan memperoleh ratusan ribu dukungan suara berkat Big Data." ungkap ARB.

Baca juga: Akun Medsos Aburizal Bakrie Jadi Referensi dan Top Influencer Golkar

Menurut ARB, Big Data adalah kunci kemenangan yang tidak mengandalkan kecurangan untuk meraih kemenangan. "Selalu ada kecurangan dalam tiap permainan. Tapi, dengan Big Data kita memiliki cara baru untuk menang dan meminimalisir potensi kecurangan. Inilah politik di era digital. Golkar jangan ketinggalan dari partai lain, Golkar justru harus menjadi pelopor dalam hal ini" kata ARB.

Seperti diketahui, hasil pileg 2019 menyatakan Partai Golkar memperoleh 85 kursi DPR dengan rincian 45 (53%) adalah petahana dan 40 (47%) adalah pendatang baru. Menariknya, para caleg Golkar pendatang baru ini hampir semua memanfaatkan Big Data dan hanya sebagian saja caleg Golkar petahana yang melakukannya. Big Data dijadikan acuan dalam menggarap potensi suara pemilih di dapil masing-masing. [liputan khusus]

fokus berita : #Aburizal Bakrie


Kategori Berita Golkar Lainnya