29 Mei 2019

Berita Golkar - Wakil Presiden Jusuf Kalla bercerita mengenai pengalaman masa kecilnya mengisi bulan suci Ramadan di masjid. Saat di usia sekolah dasar, JK mengaku pernah dijewer kupingnya oleh muazin atau bilal, karena bercanda dengan teman saat ibadah tarawih.

Baca Juga: Jusuf Kalla Diminta Jadi Mediator Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

"Saya masih ingat waktu saya kecil, di kampung saya di Bone, tarawih kita ketawa-ketawa dengan teman-teman, saya seumur SD. Datanglah bilal marah, mutar-mutar kuping saya, diusir disuruh ke luar, jangan di dalam," kata JK di Istana Wapres di Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin 20 Mei 2019.

JK menyebut pengalaman ini tak pernah dilupakan olehnya. "Ini suatu ingatan yang tak pernah saya lupakan. Bagaimana saya ditelinga oleh bilal. Namanya bilal di kampung zaman dulu kan," ucapnya.

Menurut mantan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat itu, masjid di Indonesia saat ini sudah berkembang dan juga ramah. Dia mencontohkan saat ini perempuan sudah banyak duduk berdampingan dengan laki-laki di masjid.

"Mula-mula perempuan selalu ada di belakang. Sekarang banyak masjid berdampingan dengan jamaah perempuan, ndak lagi di belakang. Di Istiqlal juga kalau ada acara-acara banyak berdampingan," ujar JK.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia ini juga meminta masyarakat tidak hanya memakmurkan masjid, tetapi juga membuat masjid jadi memakmurkan masyarakat. Yakni masjid menjadi tempat kegiatan sosial masyarakat.

Baca Juga: Sikapi Ketegangan Politik, Jusuf Kalla Minta Masyarakat Tenang

"Sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga tempat bagaimana kita secara sosial. Dan itu selalu jadi fungsi masjid di (zaman) Rasulullah, yakni masjid jadi tempat berbagai kegiatan," kata JK. [viva]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya