29 Mei 2019

Berita Golkar - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) enggan terpengaruh dengan isu percepatan musyawarah nasional (Munas) partai berlambang beringin. DPD Golkar Kepri itu pun membantah isu yang menyebutkan 25 DPD se-Indonesia menyetujui adanya Munas dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kumpulkan 173.998 Suara, Golkar Menang di Kepulauan Riau

"Golkar Kepri tidak terpengaruh dengan isu itu. Tetap seperti sekarang dan tidak ada gejolak apapun,” ujar Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri, Ansar Ahmad dalam keterangannya, Selasa (28/5/2019).

Bahkan, isu yang dikeluarkan oleh Politikus Partai Golkar Azis Samual itu dianggap sebagai upaya memecah belah internal Partai Golkar. "Di tengah badai yang mendera Golkar selama beberapa tahun ini, Ketum Airlangga, mampu tetap membuat Golkar bertahan. Partai Golkar tetap di posisi dua nasional hasil Pemilu 2019,” katanya.

Dia berpendapat, badai yang menimpa Partai Golkar beberapa kali terasa menyakitkan. Sehingga, cobaan itu dijadikan sebagai pelajaran yang berharga agar ke depan tidak terulang kembali.

Ansar melanjutkan keberhasilan Partai Golkar di Pemilu 2019 bisa menjadi titik awal untuk meraih kesuksesan di semua ajang pesta demokrasi ke depannya. “Ini (keberhasilan di Pemilu 2019) menjadi langkah awal. Untuk meraih kesuksesan di masa depan,” tuturnya.

Baca Juga: Gandeng Pedangdut dan Pelawak, Ansar Ahmad Blusukan di Tanjungpinang

Dia pun tidak sependapat jika kepemimpinan Airlangga Hartarto dianggap gagal. Sebab, jumlah perolehan kursi Partai Golkar di DPR RI periode 2019–2024 adalah 85 kursi. “Salah, kalau ada yang berpandangan kepemimpinan beliau gagal,” imbuhnya.

Dia justru menilai kepemimpinan Airlangga sejuk dan komunikatif dengan semua DPD se-Indonesia. [sindonews]

fokus berita : #Ansar Ahmad


Kategori Berita Golkar Lainnya