29 Mei 2019

Berita Golkar - Digadang sebagai runner up dalam perolehan kursi DPR, Partai Golkar mulai ancang-ancang menyiapkan sosok untuk duduki ketua MPR.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan, alasan partainya ingin incar kursi Ketua MPR karena lebih berhak lantaran partainya calon pemenang kedua Pileg 2019.

Menurut Airlangga, saat ini Golkar baru dipastikan memperoleh kursi wakil ketua DPR. Tapi, pencapaian itu kemungkinan bertambah dengan kursi ketua MPR.

Baca Juga: Golkar Dapat 85 Kursi, Airlangga Dapat Ucapan Selamat Dari Jokowi

“Kalau di DPR sudah jelas berdasar perolehan kursi. Golkar di situ dapat wakil ketua. Tapi, dalam konvensi koalisi mendukung Presiden akan mendukung paket dalam MPR. Untuk itu usulannya karena Golkar pemenang kedua, Golkar sebagai ketua MPR,” ujarnya, kemarin.

Menteri Perindustrian ini menambahkan, usulan itu baru akan dibahas bersama partai koalisi pengusung Presiden Jokowi di Pilpres 2019. Pembicaraan itu akan dimulai setelah KPU mengumumkan resmi pemenang Pilpres 2019. “Tentu kita akan berunding antar partai koalisi. Kemudian nanti siapa yang akan diusung,” ungkapnya.

Sekjen Golkar Lodewijk Fredrich Paulus mengatakan, pihaknya akan berusaha melobi partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja untuk bisa menduduki posisi ketua MPR.

 

“Dalam konteks koalisi ini, pemenang nomor dua adalah menjadi ketua MPR itu patron yang kita bangun, namun dalam perjalanannya penuh dinamika, sehingga perlu ada pendekatan-pendekatan lagi kepada partai-partainya, katakan sembilan partai politik yang pendukung Pak Jokowi,” kata Lodewijk.

“Nah, itu yang tentunya lobi-lobi politik akan terus dilanjutkan untuk mendapatkan kesepakatan,” sambung dia. Dia menambahkan, seharusnya partai politik sudah mengerti partai mana saja yang seharusnya menempati kursi pimpinan DPR maupun MPR. Sebab, aturan itu sudah ada dalam Undang-undang.

“Orang kan sudah ngerti semuanya. Sudah ngerti siapa sih yang nomor satu terus kita mau komplain kan gak. Siapa yang nomor dua ya kita juga sudah ngerti seharusnya ada pengertian. Dan ini semuanya sudah dibicarakan sebelum kita tahu ini,” tandasnya.

Diketahui, Senin (27/5) Dewan Pakar Partai Golkar merilis sembilan nama bakal calon pimpinan MPR, DPR, dan fraksi DPR yang akan diajukan untuk periode 2019-2024.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, HR Agung Laksono menyebut sembilan nama itu adalah Zainudin Amali, Agun Gunanjar, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisyam, Ace Hasan Syadzily, Ferdiansyah, Aziz Syamsudin, Abdul Kahar Muzakir dan Markus Melchias Mekeng.

KPU Selesaikan Hitung Situng KPU berkomitmen menyelesaikan penghitungan suara pemilu dalam Sistem Informasi Penghitungan (Situng), meski hasil resmi pemilu telah ditetapkan. Penghitungan Situng diupayakan dapat maksimal, atau setidaknya mendekati angka 100 persen.

“Ya kita berusaha terus, kalau nggak mungkin (seratus persen) ya mungkin 98 persen maksimal,” kata Komisioner KPU Ilham Saputra di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Ilham, Situng penting untuk diselesaikan lantaran data-data di dalamnya bisa digunakan sebagai database. Data dimaksud misalnya, scan formulir C1 atau catatan penghitungan suara di TPS.

Melalui Situng, masyarakat dapat mengakses data-data yang berkaitan dengan catatan penghitungan suara serta rekapitulasi hasil pemilu. “Sebagai database kita jika orang bertanya tentang C1 misalnya, kita bisa menunjukkan Situng,” ujarnya.

Ilham menuturkan, belum terselesaikannya penghitungan suara dalam Situng lantaran ada sejumlah formulir C1 yang diletakkan dalam kotak suara. Sedangkan prosedur membuka kotak suara itu sendiri tidak mudah dan harus ada pengawasan dari Bawaslu.

Keadaan ini menghambat petugas untuk mendapatkan formulir C1 yang digunakan sebagai dasar input data Situng.

“Jadi kita kesulitan, tapi juga ada beberapa yang mencoba untuk koordinasi dengan Bawaslu meminta C1 mereka untuk dimasukkan ke dalam Situng,” ungkapnya.

Baca Juga: Dibanding Perolehan 2009, Golkar Di Bawah Airlangga Hartarto Kehilangan 20 Kursi

Diketahui, hingga Selasa (28/5) pukul 13.15 WIB, penghitungan perolehan suara pilpres dalam Situng di situs pemilu2019. kpu.go.id telah mencapai 95,68 persen. Suara yang masuk berasal dari 778.217 TPS dari total 813.336 TPS.

Sedangkan penghitungan perolehan suara pileg baru mencapai 65,01 persen. Suara yang masuk berasal dari 528.801 TPS dari total 813.336 TPS.

 

Sementara, KPU telah menetapkan hasil resmi pemilu meliputi pilpres dan pileg pada Selasa (21/5). Hasil pemilu ditetapkan melalui rekapitulasi secara manual dan berjenjang dari tingkat kecamavtan hingga nasional. [rmco]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya