29 Mei 2019

Berita Golkar - Golkar Klungkung kembali merebut kursi Wakil Ketua II DPRD Klungkung setelah sempat dikuasai oleh Hanura pada periode 2014-2019 lalu. Di Pileg 2014, Hanura berjaya dengan meraih 5 kursi, sedangkan Golkar hanya meraih 4 kursi. Dalam Pileg 2019 ini, Golkar, Hanura dan NasDem sebenarnya sama-sama meraih 3 kursi, namun dari perolehan suara partai, Golkar paling unggul dari ketiganya dengan mendulang sekitar 14.000 suara.

Baca Juga: 2 Kursi DPR Golkar Dari Bali, 1 Milik Demer 1 Diperebutkan Wayan Gredeg dan Gus Adhi

Adapun tiga kader Golkar yang lolos ke kursi DPRD Klungkung periode 2019-2024, masing-masing I Kadek Widya Sumartika alias Bombom (1.701/new comer) lolos dari Dapil Klungkung, Dapil Dawan I Wayan Mardana (1.791/incumbent), dan Dapil Banjarangkan, Cokorda Gede Agung (2.439/new comer). Incumbent Golkar yang tidak lolos ke kursi DPRD Klungkung, yakni Gede Gita Gunawan, I Wayan Tugas dan Luh Komang Ari Ayu Ningrum (incumbent DPRD Klungkung) kalah dalam tarung merebut kursi DPRD Bali.

Trio kader Golkar yang lolos tersebut akan diusulkan lewat pengurus DPD II Golkar Klungkung ke DPD I Golkar Bali, kemudian diteruskan ke DPP Golkar, sehingga kader yang akan menjabat Wakil Ketua II DPRD Klungkung ditentukan dari DPP.

Mereka yang lolos juga menduduki posisi sebagai pengurus partai. Seperti Wayan Mardana sebagai Pimpinan Kecamatan (PK) Dawan, Sumartika menjabat Wakil Bendahara Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPD II Golkar Klungkung, dan Cokorda Gede Agung memegang posisi Sekretaris DPD II Golkar Klungkung.

“Akan diusulkan nanti nama-nama ketiga kader yang lolos tersebut,” ujar Sekretaris DPD II Golkar Klungkung, Cokorda Gede Agung, dikutip dari NusaBali, Selasa (28/5) yang kini juga lolos ke DPRD Klungkung sebagai new comer. Adapun kader Golkar yang sempat menduduki kursi Wakil Ketua II DPRD Klungkung periode 2004-2009, yakni Anak Agung Sarjana (almarhum). Pada Pileg 2014 Agung Sarjana tidak ikut dalam pertarungan Pileg, beberapa tahun kemudian karena jatuh sakit Agung Sarjana meninggal dunia.

Sementara Hanura kini hanya bisa mempertahankan 3 kursi di DPRD Klungkung dari 5 kursi (2014-2019). Adapun tiga kader Hanura yang lolos, masing-masing dari Dapil Klungkung Putu Sri Handayani (1.321/Incumbent), Dapil Banjarangkan Wayan Buda Parwata (1.850/incumbent), Dapil Nusa Penida, Luh Andriani (1.974/incumbent).

Sementara dua incumbent Hanura yang gagal lolos lagi ke DPRD Klungkung hasil Pileg 2019, masing-masing Gde Ludra (Dapil Kecamatan Dawan) dan Ketut Serinada (Dapil Banjarangkan). Ketut Serinada sendiri sebelumnya naik ke DPRD Klungkung setahun lalu dengan status PAW (pengganti antar waktu) untuk menggantikan Dayu Gayatri yang dipecat Hanura.

Setelah dipecat Hanura dan dilengserkan dari posisi Wakil Ketua DPRD Klungkung 2014-2019, Ida Ayu Made Gayatri, 53, berhasil tembus lagi ke kursi legislatif hasil Pileg 2019. Kali ini, Dayu Made Gayatri lolos ke DPRD Klungkung 2019-2024 dengan naik kendaraan Partai NasDem.

Berkat kehadiran Dayu Gayatri yang setahun lalu dipecat dari Hanura karena menolak maju tarung ke Pileg 2019 dengan kendaraan partainya, maka NasDem berhasil menambah 2 kursi dari semula hanya 1 kursi DPRD Klungkung hasil Pileg 2014. Sebaliknya, Hanura yang ditinggalkan Dayu Gayatri anjlok dari semula meraih 5 kursi hasil Pileg 2014 menjadi hanya 3 kursi DPRD Klungkung 2019-2024.

Dayu Made Gayatri lolos kursi DPRD Klungkung dari NasDem Dapil Kecamatan Banjarangkan, dengan perolehan 1.702 suara. Srikandi Politik asal Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini lolos bersama 2 caleg NasDem lainnya dari Dapil berbeda. Mereka masing-masing I Ketut Sukma Sucita (caleg incumbent NasDem yang lolos dari Dapil Kecamatan Klungkung dengan 1.505 suara) dan Wayan Mudayana (caleg new comer NasDem yang lolos dari Dapil Kecamatan Dawan dengan perolehan 1.191 suara. [nusabali]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya