30 Mei 2019

Berita Golkar - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto menjamin pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua (2019-2024) akan lebih stabil dan efektif. Pasalnya, koalisi Jokowi bersama wakilnya Ma'ruf Amin menguasai mayoritas parlemen.

Jokowi-Amin juga menang dengan selisih yang cukup besar dari penantangnya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pemilu tanggal 17 April 2019 lalu. Hal itu disampaikan Airlangga dalam Konferensi Internasional ke 25 ‎tentang Masa Depan Asia di Tokyo, Jepang, Kamis (30/5/2019).

Baca Juga: Airlangga Sebut Indonesia Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Melek Teknologi Tahun 2025

Selain Airlangga, tampil sejumlah tokoh Asia-Pasifik dalam konferensi tersebut. Di antaranya Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte, Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, mantan PM Australia Malcolm Blih Turnbull, PM Banglades Sheikh Hasina, PM Kamboja Hun Sen, dan PM Laos Thongloun Sisolith.

Airlangga Hartarto menegaskan jaminan itu karena dirinya selaku ketum partai pemenang kedua di parlemen. Dalam lima tahun ke depan, Golkar memiliki 85 kursi di parlemen dan menguasai cukup banyak parlemen di daerah-daerah. Bersama Koalisi Indonesia Kerja (KIK), Airlangga yakin Jokowi-Amin tidak akan mendapat kesulitan dalam mengeksekusi berbagai program ke depan.

"Dengan kemenangan yang ada, saya jamin Presiden Joko Widodo pada masa jabatan kedua akan lebih gencar dalam mengejar reformasi kebijakan. Kita punya‎ dukungan kuat di parlemen, dengan lebih dari 60 persen kursi di bawah kontrol partai politik yang mendukung presiden. Kami juga mengendalikan sebagian besar pemerintah daerah dan daerah parlemen," jelas Airlangga yang juga Menteri Perindustrian ini.

Dalam forum tersebut, Airlangga juga memberitahu kepada para peserta yang hadir bahwa Indonesia baru selesai melaksanakan Pemilu 2019. Pemilu kali ini adalah yang unik dan kompleks bagi Indonesia karena menjalankan secara bersamaan antara pemilu legislatif (pileg) dengan pemilihan presiden (pilpres). "Ini adalah pemilu yang rumit dan baru pertama kali terjadi di dunia. Kami telah menjalankannya dengan sukses, damai dan demokratis," tutur Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Dukung Investasi Petrokimia Skala Besar di Gresik

Airlangga Hartarto menambahkan Indonesia adalah penduduk dengan masyarakat muslim terbesar di dunia. Dengan pemilu yang sukses dan damai, Indonesia telah tunjukkan bahwa antara Islam dengan demokrasi tidak masalah. Artinya Islam tidak anti atau menentan‎g demokrasi, tetapi sejalan dengan demokrasi.

Karena itu, tidak usah kuatir bahwa negara-negara Islam tidak tepat menerapkan demokrasi. "Kami telah membuktikan bahwa Islam dan demokrasi kompatibel. Politik kami stabil. Kondisi sosial umumnya damai, sementara orang-orang kami optimis terhadap masa depan," tutup Airlangga Hartarto. [beritasatu]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya