02 Juni 2019

Berita Golkar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesaikan rekapitulasi Pemilu serentak 2019 pada Selasa (21/5/2019) dini hari atau lebih cepat satu hari dari batas waktu paling lambat, yakni 22 Mei.

Pengumuman itu merupakan rekor tersendiri dari KPU yang pada Pemilu 2014 menyelesaikan penghitungan suaranya hingga menit akhir jadwal yang ditentukan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengumumkan hasil seluruh rekapitulasi 34 provinsi dan 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Penghitungan suara menunjukkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memenangi 85.607.362 juta suara atau 55,50 persen dari total suara nasional, sedangkan penantang mereka, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 68.650.239 juta suara atau 44,50 persen dari total suara nasional.

Jumlah pemilih nasional dalam Pilpres 2019 sebesar 199.987.870 pemilih. Sementara jumlah suara sah Pilpres sebesar 154.257.601 suara.

Menanggapi pengumuman resmi KPU tersebut, sedikitnya 14 kepala negara/pemerintahan sahabat menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia.

Namun saat ini gugatan digulirkan di Mahkamah Konstitusi oleh kubu Prabowo Sandi karena dia menilai ada kecurangan yang terstruktur dan masif.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin pun mengaku masih belum memberikan ucapan selamat kepada Jokowi atas Kemenang sementara di Pilpres.

"Belum, belum.. belum ada kami. Kita sabar dulu sambil nunggu putusan MK," kata Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Senada apa yang disuarakan oleh Ketua Harian Partai Golkar Kalsel, H Supian HK, menjelaskan tidak akan terburu buru pihaknya untuk memberikan ucapan selamat kepada Presiden RI Jokowi, sebab masih belum ada putusan MK.

"Ya nanti. kalau ada putusan MK pasti akan memberikan ucapan selamat kepada Jokowi nanti," kata H Supian HK. [tribunnews]

fokus berita : #Sahbirin Noor


Kategori Berita Golkar Lainnya