03 Juni 2019

Berita Golkar - Ketua DPD II Partai Golkar Jakarta Barat (Jakbar) Tuparjo didesak mundur dari jabatannyalewat mosi tidak percaya dari Pengurus Kecamatan (PK) dan Fungsionaris Pengurus DPD II Partai Golkar se-Jakarta Barat dan dikirimkan ke Plt Ketua DPD I Golkar DKI Jakarta, Rizal Mallarangeng. Rizal diminta segera merespon dan mengambil keputusan mengangkat Plt Ketua DPD II Golkar Jakarta Barat.

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jakbar Fachrul Ulum ikut meminta Tuparjo mundur dari DPD II Partai Golkar Jakarta Barat. “Saya kira ini dalam rangka pembenahan juga penyegaran organisasi pasca pemilu agar lebih efektif sekaligus konsolidasi kelembagaan sampai ke bawah PK, PL," kata Fachrul kepada Golkarpedia.

Baca juga: Golkar DKI Jakarta Terlempar Di Peringkat 9 Dengan 5,48 Persen Suara

Mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Tuparjo muncul karena tidak adanya keterlibatan Pengurus Kecamatan (PK) dan Fungsionaris DPD II Golkar Jakarta Barat dalam membuat keputusan organisasi dan paling utama dalam pengadaan saksi. Ketua kepartaian, Faisal Nasution membenarkan adanya mosi tidak percaya dan sudah dikirim ke DPD I Partai Golkar DKI Jakarta.

Carut marut di tubuh DPD II Golkar Jakbar salah diantaranya masalah bantuan dana saksi yang telah diterima DPD II Partai Golkar Jakarta Barat karena terbukti di lapangan banyak TPS yang kosong tidak ada saksinya. Ini membuat para caleg kecewa dan harus menanggung kerugian karena permasalahan dokumen C1 pemilu 2019.

Baca juga: Bakal Jual Saham Bir, Fraksi Golkar DKI Tagih Kajian Anies Baswedan

elum lagi perolehan kursi DPRD dari Jakbar yang jauh dari target. Tuparjo, yang juga koordinator Relawan Gojo Jakbar menargetkan 5 kursi DPRD DKI Jakarta, naik 3 kursi dari perolehan 2 kursi pada 2014. Pada kenyataannya, Golkar hanya berhasil mengirimkan Chotibi Achyar seorang diri ke Kebon Sirih. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Fachrul Ulum


Kategori Berita Golkar Lainnya