03 Juni 2019

Berita Golkar - Mengacu hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu 17 April, Partai Golkar Klungkung dipastikan merebut satu jatah wakil ketua DPRD Klungkung dari dua kursi wakil ketua dewan yang tersedia. Namun siapa caleg Golkar terpilih yang akan menempati kursi pimpinan, belum dipastikan.

Tiga kader yang lolos sama-sama memiliki peluang, yaitu Tjokorda Gde Agung (Dapil Banjarangkan) yang juga sekretaris DPD II Golkar Klungkung, Kadek Sumardika (Dapil Klungkung) dan Wayan Mardana (incumbent Dapil Dawan) yang juga ketua Pengurus Kecamatan (PK) Dawan.

Baca Juga: Golkar Rebut Posisi Wakil Ketua DPRD Klungkung Dari Hanura

“Belum ditentukan siapa yang menjadi wakil ketua dewan,” ujar Sekretaris PK Klungkung I Ketut Candra ditemui di Kantor KPU Klungkung, Senin (3/6).

Pria yang juga liaison officer (LO) Partai Golkar itu menegaskan, kader yang lolos sama-sama berpeluang. Artinya, Tjok Agung yang dilihat dari struktur partai menempati jabatan paling tinggi dibanding dua calon lainnya, belum aman melenggang menjadi wakil ketua dewan. “Saya lihat sama-sama punya peluang,” sebutnya.

Candra menyebutkan, ada beberapa hal menjadi pertimbangan partai menentukan jabatan wakil ketua dewan, di antarnya senioritas, loyalitas, perolehan suara dan struktur partai. Jika mengacu pada senioritas, peluang diraih Mardana. Namun, jika yang menjadi pertimbangan adalah struktur partai, maka yang lebih berpeluang adalah Tjok Agung. Selain sekretaris, perolehan suaranya juga paling tinggi ketimbang dua lainnya.

“Siapa nanti yang dipercaya oleh partai, tergantung dari DPP di pusat. Sampai saat ini belum ada pembahasan,” jelasnya.

Terlepas dari siapapun yang terpilih, pihaknya berharap kader Golkar yang dipercaya memperjuangkan aspirasi melalui lembaga dewan, agar tidak mengecewakan rakyat maupun partai.

Ketua DPD II Golkar Klungkung Made Ariandi juga mengatakan, belum ada pembahasan soal wakil ketua dewan. Menurutnya, jika acuannya adalah senioritas, berarti peluang besar ada pada Mardana. Kalau dilihat dari struktur partai, Tjokorda Gde Agung. “Kalau dilihat dari loyalitas kader, Bombom (panggilan Sumardika) punya peluang. Nanti nama ketiganya akan kami kirim ke DPP melalui DPD I,” ujar Ariandi.

Seperti diketahui, pemilu tahun ini Partai Golkar Klungkung dipastikan merebut tiga kursi. Turun satu kursi ketimbang Pileg 2014 yang memperoleh empat kursi. Meskipun kursinya lebih banyak, tetapi gagal merebut kursi wakil ketua dewan karena partai lain memperoleh kursi lebih banyak. [jawapos]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya