04 Juni 2019

Berita Golkar - Gubenur Riau Syamsuar diyakini bakal mengambil posisi Ketua DPD Partai Golkar dari Arsyadjuliandi Rahman (mantan Gubenur Riau). Pengamat Politik Universitas Riau, Mexaxai Indra, mengatakan kalau skenario itu dimungkinkan terjadi seiring dinamika politik di Riau pasca Pemilu 2019. 

Sebagai Gubernur Riau, Syamsuar butuh dukungan politik yang masif di parlemen. "Saat ini yang berkepentingan dengan kursi ketua Partai Golkar itu adalah Syamsuar, dia memerlukan itu untuk komunikasi di DPRD Riau. Kalau Arsyadjuliandi Rahman kan nanti akan beraktivitas di Senayan (DPR RI), tentu kepentinganya untuk dinamika politik lokal tidak segenting Syamsuar," katanya seperti dikutip dari Gatra.com, Senin (3/6).

Baca juga: Syamsuar Bakal Kembali ke Pangkuan Golkar, PAN Riau Kesal

Bagi Syamsuar, Partai Golkar bukan lagi asing. Bekas Bupati Kabupaten Siak dua periode ini dulunya juga tercatat sebagai salah satu kader senior partai beringin di Riau dan bahkan Ketua Partai Golkar Kabupaten Siak. Dalam perhelatan Pilkada 2018 lalu, faksi - faksi Partai Golkar diyakini turut andil memenangkan Syamsuar.

Peluang Syamsuar menjadi Ketua DPD Partai Golkar Riau kata Mexaxai turut disokong oleh faktor historis tadi. Lalu ada kecendrungan bila seorang ketua Golkar tidak lagi berstatus sebagai gubenur, maka jabatan itu akan dialihkan pada sosok yang baru. "Dulu Pak Saleh Djasit dan Pak Rusli Zaenal setelah tak lagi menjabat gubenur, jabatan ketua DPD Golkar juga berganti. Begitu juga dengan Pak Anas Ma'amun. Jadi ada peluang untuk itu," katanya.

Baca juga: Golkar Raih Suara Terbanyak di Riau, Andi Rachman Buka Rahasia

Golkar sendiri pada pemilu 2019 masih tetap berstatus sebagai pemenang di Riau. Namun, raihan kursi partai tersebut berkurang jika dibandingkan capaian Pemilu 2014. Pada Pemilu 2019 Golkar diyakini hanya meraih 11 kursi, sedangkan pada Pemilu 2014 Golkar berhasil mengamankan 14 kursi DPRD Riau. [riausky]

fokus berita : #Syamsuar


Kategori Berita Golkar Lainnya