05 Juni 2019

Berita Golkar - Marten Taha dan Ryan F Kono resmi dilantik, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo periode 2019-2024, di rumah jabatan Gubernur Gorontalo.

Dihadapan ribuan undangan dan Gubernur Gorontalo, keduanya resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan. "Marten dan Ryan bisa membawa Kota Gorontalo ke depan dan jangan lupa untuk segera mempersiapkan RPJMD minimal 6 bulan ke depan," ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam sambutannya, Minggu (2/6/2019).

Baca Juga: Marten Taha Optimis Golkar Bakal Dominasi Kursi Parlemen Kota Gorontalo

Berkaitan dengan itu Wali Kota Gorontalo Marten Taha jelaskan bahwa pada periode pertama dirinya menyerahkan RPJMD Kota Gorontalo ke DPRD, empat bulan pascadilantik. Pada periode kedua, Marten Taha dan Ryan F Kono menargetkan akan menyerahkan RPJMD Kota Gorontalo ke DPRD paling lambat tiga bulan pascadilantik.

"Karena program ini berkesinambungan, maka tinggal perbaikan di dalam segmen tertentu, seperti peningkatan di masaalah infrastruktur perkotaan, yang sudah disinggung oleh Guberur Gorontalo," ujar Marten.

Berbicara infrastruktur, kata Marten itu adalah program yang sangat penting dan membutuhkan biaya yang mahal. Maka dari itu, pihaknya harus mengombinasikan pembiayaan baik dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota, sesuai dengan kelas dan status jalan maupun ruas-ruas drainase yang ada di kota.

"100 hari kerja ini tentunya kami menyusun kebijakan dan program, yang bersinergi dengan program baik itu Pemerintah Pusat dan Provinsi. Kami juga sudah mempelajari visi misi Pemerintah Pusat dan Provinsi Gorontalo. RPJMD Kota Gorontalo itu, harus bersinergi dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi Gorontalo," terang Marten.

Ini yang akan dikombinasikan oleh Pemerintah Kota Gorontalo ke depan, baik itu dari sisi kebijakan dan program kegiatan, hingga biaya. "Kalau actionnya, tentu akan memantapkan program pendidikan dan kesehatan," katanya.

Pada bidang kesehatan Kota Gorontalo sebelumnya sudah menuntaskan dan mencapai UHC, dan ini akan di permantap pada bulan pertama kerja. "Jadi kami merancang, untuk 100 hari kerja itu kami ingin program yang ada di Kartu Sejahtera Plus, langsung dirasakan oleh masyarakat," ungkap Marten.

Disisi lain Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, juga menginginkan Marten menjadi Gubernur di masa akan datang. Karena menurut Gubernur, antara dirinya dengan Marten memiliki kesamaan dalam rekam jejak karir.

"Marten adalah sosok pemimpin yang hampir paripurna, ketika beliau jadi Gubernur baru saya katakan paripurna. Insyaallah tahun berikut beliau jadi Gubernur, Amin," ucap Rusli sembari mengaminkan doanya.

Sebelumnya, Marten Taha adalah Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, ketika Gorontalo dan Sulut berpisah dalam pemekaran, Marten pun memilih ke Gorontalo dan terpilih sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo pertama kali.

Rusli mengatakan, dibalik kesuksesan Marten saat itu, ada sosoknya yang menjadi tim suksesnya Marten sehingga Marten terpilih. Demikian pula pada tahun 2014 saat Marten maju sebagai calon Wali Kota Gorontalo, dengan didampingi Budi Doku.

Kata Rusli, tetap dirinya yang menjadi tim suksesnya Marten kala itu. Sampai dengan sekarang Marten terpilih pada periode ke dua, sebagai Wali Kota Gorontalo, bukan lain adalah bagian dari perjuangan Rusli.

Kata belum paripurna yang dikatakan Rusli ditujukan kepada Marten, ternyata merupakan indikator yang dimiliki Rusli. Yakni, sebelumnya sebagai enterpreneur kemudian terpilih sebagai Bupati dan sekarang menjabat Gubernur dua periode.

Marten adalah sosok yang bisa menyamai rekor Rusli, bahkan bisa menggantikan Rusli ketika sudah purna jabatan. Karena menurut Rusli, rekam jejak Marten hampir mirip seperti dirinya.

"Marten belum paripurna, merupakan indikator yang terjadi pada diri saya. Kalau dulu entrepreneur, kemudian jadi bupati dan sekarang menjadi gubernur. Artinya saya memberikan spirit kepada Pak Marten, dua periode jadi Wali Kota," ungkap Rusli.

"Bisa jadi Marten menjadi calon dari Golkar. Apalagi lebih dari Gubernur, akan mejadi lebih paripurna. Ada kriteria khusus calon Gubernur Gorontalo, dan Marten sudah memenuhi kriteria itu. Namun untuk mejadi gubernur yang dicalonkan Golkar, harus selesai periode kedua dan pekerjaan rumah yang saya sampaikan tadi," timpal Rusli. [sindonews]

fokus berita : #Marten Taha #Ryan Kono


Kategori Berita Golkar Lainnya