05 Juni 2019

Berita Golkar - Golkar menjadi satu-satunya partai yang dipastikan telah mengantongi tiket ke Pilgub 2024. Mendapatkan 10 kursi di DPRD Provinsi di Pileg 2019, Golkar telah memenuhi ambang batas minimal 20 persen kursi legistatif, yang menjadi syarat bagi partai atau gabungan partai untuk bisa mengusung pasangan calon di Pilgub 2024.

Jadi tak perlu repot-repot mencari partner koalisi, Golkar bisa mengusung pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Tak heran bila Golkar saat ini sudah mulai mempersiapkan kader-kader yang yang potensial untuk diusung.

Baca Juga: Partisipasi Pemilih Hingga 90 Persen, Rusli Habibie Puji Masyarakat Gorontalo

Gubernur Gorontalo, yang juga Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie saat memberikan sambutan saat pelantikan Walikota-Wakil Walikota Gorontalo, Marten Taha-Ryan Kono di Rudis Gubernur Minggu (2/6), Rusli Habibie mulai mengisyaratkan kader Golkar yang potensial ikut Pilgub.

Nama yang disebut adalah Marten Taha. Bagi Rusli, menjadi gubernur adalah syarat yang harus dicapai Marten agar karir politiknya dapat dikatakan paripurna.

“Pak. Marten hampir paripurna. Nanti setelah jadi Gubernur, baru saya katakan sudah paripurna. Insya Allah tahun 2024 bisa,” ujar Rusli.

Rusli menyampaikan hal ini dihadapan tokoh-tokoh non Golkar yang juga potensial ikut Pilgub. Seperti Wakil Gubernur Idris Rahim. Di Pilgub 2017, Idris Rahim diusung Demokrat untuk kembali berpasangan dengan Rusli.

Ada juga, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang juga Ketua DPW PPP Gorontalo. Kemudian Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang juga Ketua Nasdem Provinsi Gorontalo.

Seusai acara pelantikan Rusli Habibie yang diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, sepanjang perjalanan karir politik Marten, dia telah beberapa kali menjadi tim sukses. Dimulai dari keterpilihan Marten Taha sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Golkar, kemudian menjadi calon Walikota Gorontalo tahun 2013.

Di Pilwako 2013 Rusli pasang badan terhadap pasangan Marten Taha-Budi Doku. Saingan beratnya adalah Adhan Dambea, calon petahana yang memiliki survei tertinggi dan diprediksi bakal menang. Tetapi, Rusli memangku semua kader Golkar dari pusat sampai kabupaten/kota kompak mengeroyok Kota Gorontalo. Disitulah, kata Rusli, kunci kemenangan Marten.

“Jadi, saya merupakan TS beliau saat menjadi walikota dan saya jadi tumbal waktu itu. Alhamdulillah, kini beliau dilantik lagi. Mudah-mudahan dengan didampingi Ryan Kono, Kota Gorontalo akan jauh lebih maju lagi,” kata Rusli.

Rusli memperjelas wacana Marten maju Pilgub sebagai syarat paripurna dengan menggunakan indikator perjalanan karir yang pernah dilaluinya. Rusli adalah seorang entrprenur, kemudian menjadi Bupati dan selanjutnya gubernur.

“Jadi sebenarnya tadi itu, saya ingin memberikan spirit bagi pak. Marten. Walau sudah periode, tapi saya katakan belum paripurna kalau belum jadi gubernur. Itu sebagai spirit saya untuk dia,” jelasnya.

Lalu apa itu bisa dikatakan sinyal dukungan bagi Golkar.

“Ya, bisa jadi,” sambutnya. Tetapi, lanjut Rusli, kepastiannya akan dilihat saat datang waktunya. Lalu bagaimana dengan figur-figur lain yang juga potensial untuk dijagokan Golkar? Rusli menegaskan, selain Marten Taha,

Golkar juga punya punya kader-kader hebat yang bisa dipersiapkan menjadi calon Gubernur seperti Syarif Mbuinga, Roem Kono, Tony Uloli dan Thomas Mopili. Semua figur ini memiliki kans yang sama. Penentuannya adalah dukungan rakyat berdasrakan hasil survei.

Sebelumnya, wacana ini dilemparkan Rusli, sempat muncul juga prediksi Rusli Habibie akan mendorong istrinya Idah Syahidah untuk maju Pilgub. Tetapi, isu ini buru-buru dibantah Rusli.

Dia menandaskan tidak pernah sekalipun mewacanakan dan mendorong Idah Syahidah. Apalagi Idah syahidah baru terpilih sebagai anggota DPR RI dan harus konsen bekerja melaksanakan amanah rakyat Gorontalo selama lima tahun ke depan.

“Kalau ada yang bilang begitu, wah, saya tidak mendorong ibu Idah. Kemarin saja, ada beberapa masyarakat dari Gorut datang ke saya dan ingin mendirikan Posko Idah Syahidah untuk Bupati 2024, saya marah. Jadi yang benar itu memang ada aspirasi dari masyarakat, bukan saya yang mendorong,” jelasnya.

Sejauh ini baru Golkar yang sudah terang-terangan membeberkan figur-figur yang potensial untuk diusung ke Pilgub. Sementara partai lain sampai sekarang belum ada yang mengikuti jejak Golkar.

Bisa jadi dalam beberapa waktu ke depan, akan ada partai lain yang terang-terangan akan menyatakan bakal jadi penantang Golkar di Pilgub, dengan membeberkan jagoannya yang akan diusung. Bisa jadi partai-partai yang mendapatkan kursi pimpinan di DPRD Provinsi seperti PDIP, Nasdem, dan PPP.

Baca Juga: Rusli Habibie Ungkap Alasan Kenapa Warga Gorontalo Harus Pilih Jokowi Lagi

Atau partai lain yang berhasil membentuk fraksi utuh seperti Gerindra dan PKS. Atau bisa jadi dari partai lain seperti PAN, Demokrat, dan Hanura yang di Pileg 2019 gagal membentuk fraksi utuh.

Tapi untuk bisa melenggang ke Pilgub, partai-partai ini harus mencari partner koalisi untuk bisa memenuhi syarat 20 persen untuk dapat mengusung calon ke Pilgub. Di DPRD Provinsi ada 45 kursi. Jadi partai atau gabungan partai yang ingin mengusung calon minimal harus memiliki 9 kursi di DPRD Provinsi. [hargo.co.id]

fokus berita : #Rusli Habibie


Kategori Berita Golkar Lainnya