11 Juni 2019

Berita Golkar - DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur menilia Plt bupati daerah ini, Herman Suherman, tidak memberikan respon baik terhadap partai pengusungnya. Karena itu dalam Pilkada akhir tahu ini Partai Golkar tidak akan mengusung calon bupati/wakil bupati dari luar kader partai.

Menurut pengurus Bagian Koperasi Wirausaha dan UKM DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Toto Iskandar, partai berlambang pohon beringin ini adalah partai yang menjadikan Herman Plt Bupati Cianjur. Tapi ia tidak melihat adanya respon baik dari Herman terhadap partai pengusungnya.

“Pak Herman tidak peduli terhadap partai yang mengusungnya. Beliau lebih condong membantu partai lain. Saya kira berpolitik pun ada etika. Janganlah melupakan partai di mana partai tersebut mengusung Herman menjabat bupati,” katanya, kepada wartawan, belum lama ini.

Hal ini lah, lanjut dia, yang menjadi dasar ke depan Partai Golkar tidak asal usung orang untuk menduduki posisi. Sebentar lagi Pilkada, ia juga meminta Partai Golkar mengusung kader sendiri.

“Mungkin di pilkada sekarang, sosok Kang Ade Barkah, cocok menjadi calon dan menjadi figur kepala daerah Kabupaten Cianjur, agar Cianjur lebih baik daripada harus mengusung kader luar yang belum tentu berpihak terhadap partai pengusung,” ujar dia.

Partai Golkar sebagai partai pengusung Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman pada Pilkada 2015 akan lebih selektif dalam menentukan pasangan yang akan diusungnya pada Pilkada mendatang. Sikap itu diambil partai bukan tanpa alasan.

Meskipun berhasil mengantarkan pasangan Irvan dan Herman ke pendopo tidak berbanding lurus dengan raihan suara partai berlambang pohon beringin itu di DPRD Kabupaten Cianjur. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur tidak memberikan kontribusi untuk Partai Golkar pada kontestasi Pileg 2019.

“Kami (Golkar) yang mengusung. Tapi suara Golkar di parlemen tidak naik,” katanya.

Masih menurut Toto, calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung harus melalui seleksi ketat dan memiliki komitmen tinggi terhadap Partai Golkar. “Saya selaku pengurus Partai Golkar tidak akan rela jika partai Golkar mengusung orang di luar kader. Sudah terbukti mengusung di luar kader jiwa militansi terhadap partai tidak ada,” ujarnya.

Banyak kader Partai Golkar yang mumpuni untuk maju jadi calon bupati. Dia pun menolak seorang birokrat maju dalam pilkada karena pemikirannya yang dianggap teralu birokratis yang sudah tertanam di jiwa mereka dan susah untuk dihilangkan. “Saya juga sekaligus meminta dan mengusung putra terbaik kader Golkar, Ade Barkah, maju di Pilkada sebagai respon terhadap keadaan yang terjadi saat ini,” katanya [dara.co.id]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya