14 Juni 2019

Berita Golkar - Partai Golkar menyebut sejumlah kandidat yang digadang akan maju pada pemilihan walikota Surabaya 2020 mendatang. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim, menyebut ada empat kader yang selayaknya bisa menjadi kandidat Calon Wakil Walikota Surabaya.

Ketua Harian DPD Golkar Jatim, Freddy Poernomo, mengatakan bahwa Golkar bersikap realistis di pilwali Surabaya. Memiliki lima kursi berdasarkan hasil pemilu 2019, Golkar di Surabaya 'hanya' akan mengusulkan kadernya sebagai kandidat wakil walikota.

"Kami baru mendapatkan sekitar 10 persen dari perolehan kursi DPRD Surabaya. Padahal, untuk bisa mencalonkan harus memiliki 20 persen kursi DPRD," kata Freddy dikutip dari Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (14/6/2019).

Untuk mengisi posisi ini, ada beberapa nama internal Golkar yang berpotensi. Pertama, ada Adies Kadir. Adies saat ini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI periode 2014-2019 dari dapil Surabaya-Sidoarjo (Jatim 1).

Anggota Komisi III DPR RI ini juga berhasil menyabet penghargaan Teropong Parlemen Awards 2019 kategori Anggota Parlemen Aspiratif. Pada pemilu 2019, Adies kembali terpilih sebagai DPR RI di dapil yang sama dengan meraih 106.106 suara.

Kedua, ada Blegur Prijanggono. Blegur saat ini menjadi Ketua DPD Golkar Kota Surabaya. Di bawah kepemimpinannya di Surabaya, persentase perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Surabaya meningkat dari empat kursi menjadi lima kursi.

Berdasarkan pemilu 2019, Blegur menjadi Anggota DPRD Jatim terpilih dari dapil Surabaya (Jatim 1). "Pak Adies dan Pak Blegur adalah contoh kader internal mumpuni," katanya.

Berikutnya, ada nama KH Zahrul Azhar As'ad, Wakil Ketua DPD Golkar Jatim. Menurut Freddy, pria yang akrab disapa Gus Hans ini cocok sebagai representasi kalangan religius.

Mengingat, Gus Hans juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Queen Al-Azhar Darul Ulum, Rejoso Peterongan, Jombang. "Gus Hans adalah kader Golkar. Beliau sosok anak muda yang cukup kapabel. Juga, tergolong keluarga besar NU dan tokoh pesantren," katanya.

Kandidat keempat, dirinya sendiri. Freddy yang saat ini menjadi Anggota DPRD Jatim dan berada di Komisi A yang membidani pemerintahan juga menyatakan kesiapannya.

"Freddy Poernomo juga akan kami sampaikan (ke DPP) kalau memang dipanggil. Saya kan lahir Surabaya. Bahkan, sejak SD sampai S3 saya di Surabaya, artinya saya besar di Surabaya," katanya.
Namun, pihaknya masih akan menunggu rekomendasi resmi dari DPP terkait dengan proses penjaringan. "Kami tunggu instruksi khususnya," katanya.

Golkar bersama PKS, Gerindra, dan PKB sama-sama memiliki lima kursi di DPRD Surabaya berdasarkan hasil pemilu serentak 2019. Jumlah kursi mereka berada di bawah PDI Perjuangan yang mendapat 15 kursi sekaligus menjadi pemenang pemilu di Surabaya. [tribunnews]

fokus berita : #Freddy Poernomo


Kategori Berita Golkar Lainnya