06 Mei 2017

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar yang juga Sekjen PP AMPG; Andi Nursyam Halid mengaku belum tahu seputar surat Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Yoris Raweyai no. 03/Korbid-Polhukam/DPP-PG/V/2017 ke DPP Partai Golkar terkait penetapan Fahd A. Rafiq sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat dikonfirmasi oleh Golkarpedia.

“Saya belum tahu. Silakan saja kalau Yorrys ingin korespondensi ke DPP Partai Golkar. Tapi etisnya kalau surat internal ya tak perlu dipublikasikan.” kata Nursyam. Menurut Nursyam semua situasi terkendali, soliditas dan solidaritas internal terjaga jadi tak perlu reaksi macam-macam.

Nursyam justru mempertanyakan Brigade Beringin yang ingin mengawal surat tersebut. “Brigade Beringin itu ormas apa? Pengawal pribadi Yorrys atau apa? Di internal Golkar kami tak mengenal nama itu” ujar Nursyam tegas. Secara personal, Andi Nursyam menambahkan, Avner Raweyai yang mengklaim sebagai pimpinan Brigade Beringin memang pernah jadi Ketua Bidang Olahraga PP AMPG, tapi sudah dipecat sesuai hasil rapat pleno dan rekomendasi PD AMPG seluruh indonesia dalam Rapimnas II AMPG di Makassar.

Nursyam memastikan seluruh kader AMPG se-Indonesia solid mendukung Fahd A. Rafiq sebagai Ketua Umum PP AMPG hingga masa jabatan berakhir 2019. “Di internal kami solid. Semua dukung Fahd sebagai Ketum PP AMPG karena bangga dengan kepemimpinannya. Anehnya, yang banyak gaduh justru dari eksternal. Ada apa? Kami curiga!” kata Andi Nursyam.

PP AMPG mendukung Proses penegakan hukum ,kami menghormati semua keputusan KPK dalam kasus ini, namun Nursyam melihat ada kejanggalan. “KPK pernah menyebut Fahd A. Rafiq tak terlibat kasus lain kecuali putusan hukum yang sudah dijalaninya. Tapi kenapa kasus lama kembali muncul? Kami hanya berharap ini bukan politisasi hukum karena intervensi oknum-oknum yang benci AMPG” pungkas Andi Nursyam Halid

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya