09 Mei 2017

Berita Golkar - Bupati Langkat Ngogesa Sitepu masih harus menunggu restu DPP Partai Golkar untuk dapat diusung menjadi Calon Gubernur Sumut 2018-2023. Informasi diterima Global Medan, Senin (8/5), internal DPD Golkar Sumut sudah hampir dipastikan akan mengusung pria yang akrab disapa Tongat itu. Penyebabnya tak lain karena dia sekarang adalah Ketua DPD Golkar Sumut.

Meski begitu, Petunjuk Pelaksana (Juklak) Partai Golkar No. 06/2017 tegas menyebut partai berlambang pohon beringin ini mesti melakukan proses penjaringan. Sehingga, tidak tertutup kemungkinan sosok lain menjadi kuda hitam. Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Irham Buana Nasution tidak menampik hal tersebut.

Dia berujar, saat ini seluruh kader dan pengurus Golkar mulai dari desa sampai DPD menginginkan agar Ngogesa yang saat ini menjabat periode kedua Bupati Langkat diusung sebagai calon gubernur. DPD pun sudah memutuskan bahwa Ngogesa Sitepu akan menjadi prioritas untuk didukung. “Kami menilai beliau punya modal sosial serta modal kapital untuk memenangkan Pilgubsu 2018, sebab Partai Golkar Sumut tidak ingin kekalahan pada Pilgub 2008 dan 2013 terulang kembali,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon jam 17.00 WIB.

Mantan Ketua KPU Sumut ini mengungkapkan, nama Ngogesa juga akan diputuskan pada Rapimda Partai Golkar 15 s/d 16 Mei mendatang. Sehingga, DPD Golkar Sumut hanya akan membawa nama Ngogesa ke DPP untuk ditetapkan sebagai Cagubsu Periode 20018-2023 mendatang. “Saya kira semua DPD di daerah komit mendukung Ngogesa. Peluang nama lain untuk diusung sangat tipis, walau segala kemungkinan bisa saja terjadi,” tutupnya. Sementara itu pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Warjio, MSi., berpendapat bahwa restu DPP Golkar sangat sulit untuk diprediksi arahnya.

“Golkar adalah partai yang sangat dinamis, segala kemungkinan masih mungkin terjadi artinya selain nama Ngogesa bisa saja tiba-tiba muncul ke permukaan,” ucapnya. Lebih lanjut dikatakannya, jika ingin memenangkan Pilgubsu 2018 maka DPP Golkar harus mempertimbangkan tingkat elektabilitas calon. Sehingga, kekalahan Golkar pada pilgub sebelumnya tidak terjadi lagi.

“Tetapi sekali lagi, DPP Golkar itu sangat dinamis. Banyak faktor lain yang akan menjadi pertimbangan DPP, termasuk soal kepentingan di Pilpres 2014,” tambahnya lagi. Warjio menilai keputusan Partai Golkar yang sudah memutuskan akan mengusung kembali Joko Widodo pada Pilpres 2019 akan berpengaruh pada keputusan DPP dalam memilih cagubsu pada Pilkada Sumut 2018. “Bukan tidak mungkin Golkar akan berkoalisi dengan PDIP dan Nasdem, seperti pada Pilkada DKI Jakarta kemarin,” tutupnya. [metro24jam]

fokus berita : #Ngogesa Sitepu


Kategori Berita Golkar Lainnya