13 Mei 2017

Berita Golkar - Iklim politik di Jawa Timur kini dipanaskan dengan banyaknya purnawirawan bergabung dengan beberapa partai politik. Terbaru, dua pensiunan jenderal bergabung dengan Partai Golkar dan mantan kapolda masuk kepengurusan partai baru, Partai Berkarya. Menariknya, mereka tak hanya menjadi anggota namun dipercaya menempati sejumlah posisi strategis di struktur kepengurusan partai.

Di antaranya, menempati beberapa jabatan pucuk pimpinan, menggeser kader yang lebih lama di parpol tersebut. Misalnya, di Golkar ada nama Brigjend TNI (Purn) HM Mas'ud Effendy Amien dan Mayjend TNI (Purn) Istu Hari Subagyo. Mantan petinggi TNI tersebut masing-masing menempati posisi Wakil Ketua Bidang Kajian Strategis Hankam dan Wakil Ketua Bidang PP Wilayah II (Dapil III dan IV) di dalam setruktur DPD I Partai Golkar Jatim.

Bersama 132 pengurus lain, keduanya telah dilantik Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto, Sabtu (6/5/2017). Keduanya pun resmi menjadi pengurus baru di bawah pimpinan Ketua DPD I Partai Golkar, Nyono Suharli. Mas'ud mantan perwira TNI AD yang pernah menjabat Sahli Bidang Ekkudag Panglima TNI. Sedang Istu mantan perwira TNI AD yang pernah menjabat Pangdam I/Bukit Barisan dan Staf Khusus Panglima TNI di 2014 lalu.

Kaya pengalaman di struktur pimpinan menjadi salah satu pertimbangan Golkar menunjuk keduanya menempati jabatan strategis. "Keduanya dari sisi kualitas maupun kapabilitas tak perlu diragukan. Sebab, keduanya telah menjabat berbagai posisi strategis selama menjadi anggota TNI," ujar Ketua Harian DPD I Jatim, Freddy Poernomo, Kamis (11/5/2017). 

Menurut wakil ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Jatim ini, masuknya kedua nama tersebut juga akan memperluas jaringan Golkar di kalangan pensiunan TNI. "Kami berusaha untuk merangkul semua latar belakang. Dengan jaringan yang beliau miliki, kami optimis akan berpotensi menaikkan suara Golkar di Jatim," ujar Freddy.

Freddy mengatakan bergabungnya tokoh militer juga dilakukan untuk menghidupkan kembali sejarah Partai Golkar. Yang mana, Golkar dilahirkan dari tokoh TNI. Sehingga, Golkar tak perlu pikir panjang menerima bergabungnya kedua mantan jendral tersebut. "Beliau-beliau ini ingin kembali mengabdikan diri kepada bangsa. Selain itu, Golkar juga memiliki nilai sejarah kuat dengan TNI. Karenanya, kami tak perlu pikir panjang menerima beliau ini menjadi bagian dari kami," pungkas Freddy.

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya