15 Mei 2017

Berita Golkar - Sebagai organisasi yang mendirikan partai Golkar, PDK Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, memiliki nilai tawar lebih untuk ikut mencalonkan anggotanya di eksekutif. Menurut ketua Kosgoro 1957 Jatim, Yusuf Husni, pihaknya siap memberikan nama calon eksekutif apabila diminta oleh Partai Golkar.

Yusuf mengatakan, sejak awal berdirinya organisasi ini, Kosgoro memang telah lekat dengan budaya politik. Hal ini nampak dengan banyaknya figur yang dilahirkan Kosgoro. Baik figur di internal Kosgoro, Partai Golkar, atau bahkan figur nasional. Misalnya nama Agung Laksono, yang kini menjabat Ketua Dewan Pakar Partai Golkar. "Sejak awal Kosgoro telah melahirkan banyak pemimpin. Baik di internal partai hingga tingkat nasional," kata Yusuf (Minggu, 14/5/2017).

Sehingga, dengan fakta tersebut, Yusuf optimistis bisa memberikan kader terbaiknya untuk dicalonkan di jajaran eksekutif. Mulai dari Gubernur, wakil gubernur, Bupati, maupun walikota, pada 19 pilkada di 2018 mendatang. "Apabila Partai menginginkan kader kami ikut maju dalam Pilkada mendatang, kami siap memberikan kader-kader terbaik kami. Sebab struktur Kasgoro ada sampai di jajaran desa," kata pria kelahiran Sidoarjo ini.

Menurut pria yang pernah menjabat wakil ketua DPD I Partai Golkar Jatim ini, pihaknya tetap akan merekomendasikan calon yang terpopuler berdasarkan survei. "Berdasarkan penjelasan ketua umum (Setya Novanto, Ketua umum DPP PArtai Golkar) yang juga menjadi kebijakan DPP, siapa yang memiliki hasil survei tertinggi, dia yang akan kami dukung," jelasnya.

Selain hasil survei, beberapa kriteria lain yang juga menjadi pertimbangan pihaknya dalam memilih calon adalah latar belakang calon. Yakni, harus berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Beberapa nama dari internal Kasgoro yang biasa disebut dalam bursa pencalonan adalah ketua umum Kargo, Zainuddin Amali dan tokoh senior Kasgoro lainnya, Ridwan Hasyim.[tribunnews]

fokus berita : #DPD I Partai Golkar Jatim


Kategori Berita Golkar Lainnya