05 Mei 2017

Berita Golkar - "Jum'at Keramat" kemarin kembali memakan korban, Ketua Bidang Kepemudaan DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Umum PP AMPG ditetapkan sebagai tersangka kasul Korupsi Pengadaan Alquran yang sebenarnya sudah disidangkan sejak 2011 lalu. Menanggapi hal ini tentu saja kondisi Golkar terutama para tokoh mudanya kembali memanas, banyak yang tetap mendukung namun beberapa sudah menunjukan sikap kontra terhadap penangkapan tokoh muda pemimpin tersebut.

Hal ini sangat mendapat perhatian dari Ketua DPP Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 Mas Donny Isman. Dalam suatu kesempatan cucu pendiri Kosgoro ini mengatakan "Sebagai keluarga besar Golkar dan AMPG kita turut sedih atas kejadian ini. Semoga ini menjadi pelajaran sangat berharga buat kita semua. Hukum tetap harus ditegakkan" tegas Donny.

Tetapi menurutnya tindakan koperatif yang ditunjukan Fahd Elfouz Arafiq harus diapresiasi, dia tidak menunda-nunda saat dipanggil KPK bahkan tidak "menghilang" seperti yang lain. Disisi Internal Donny yang juga salah satu Ketua PP AMPG menegaskan tetap mengawal Fahd sebagai ketua Umum PP AMPG sampai akhir periode, serta mendukung sepenuhnya program AMPG dan terus mengawal Ketua Harian, sekjend dan bendum PP AMPG demi menjaga keutuhan dan Soliditas AMPG dan Golkar.

Intinya keluarga besar BMK'57 ikut mendukung pemberantasan korupsi yang sudah menjadi tumor di bangsa ini. "Kami berharap KPK tidak tebang pilih dalam pemberantasan Korupsi apalagi menjadi alat bagi penguasa'" pungkas Donny. [kontributor Jakarta]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya