16 Mei 2017

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemuda dan Olahraga Fahd Elfouz Arafiq ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi pengadaan Al-Quran dan laboratorium di Kementerian Agama. Golkar belum akan mencopot Fahd dari kepengurusan partai. "Oh, belum, kita menganut asas praduga tak bersalah. Baru tersangka, terdakwa saja belum. Kalau sudah keputusan hukum, baru kita mengambil langkah," ujar Ketua Harian Golkar Nurdin Halid di kantor DPP Golkar, Slipi, Senin (15/5/2017).

Golkar pun bersedia bila suatu saat dimintai bantuan hukum oleh kadernya itu. "Kalau Fahd meminta, tentu kita siapkan. Wajib hukumnya partai membela kadernya ketika mendapatkan masalah. Jangan cuma kader dibutuhkan hanya karena tenaganya dibutuhkan," jelas Nurdin. Meski demikian, Nurdin berkata, Fahd belum meminta bantuan hukum ke Golkar. Saat ini Fahd punya lembaga bantuan hukum sendiri.

"Ndak, LBH AMPG itu yang sekarang membantu," tegas Nurdin. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah sebelumnya mengumumkan status tersangka Fahd dalam perkara korupsi Al-Quran. Fahd disebut menerima uang sekitar Rp 3,4 miliar diduga imbalan pemulusan proyek pengadaan tersebut. Fahd dikenai Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 Ayat 2 juncto Ayat 1 huruf b dan/atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 kesatu KUHP dan Pasal 65 KUHP. (gbr/idh) [detik]

fokus berita : #Nurdin Halid


Kategori Berita Golkar Lainnya