18 Mei 2017

Berita Golkar - Perjuangan I Ketut Sudikerta menjadi Wakil Gubernur Bali bisa menginspirasi banyak orang. Memulai karir dari bawah, anak petani itu sukses menjadi orang berpengaruh di Pulau Dewata. Sudikerta kini bertekad mencalonkan diri jadi calon gubernur Bali, untuk mewujudkan cita-citanya menyejahterakan rakyat kecil terutama kaum tani.

Sudikerta sudah mendapat dukungan langsung dari Partai Perindo untuk maju. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo kepincut dengan sosok Sudikerta karena memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat kecil, selaras dengan visi-misi Perindo.

Sudikerta lahir pada 29 Agustus 1967 dari keluarga petani. Ia menghabiskan masa kecilnya di pedesaan Pecatu, Badung, Bali. Hidup dengan nilai-nilai adat dan budaya yang kental, Sudikerta terus berjuang keluar dari kemiskinan.

Sejak lulus SD, anak keempat dari pasangan Ni Made Rampet dan I Made Wates itu sudah belajar hidup mandiri. Ia mencari uang sendiri dengan kerja apa saja termasuk mengacung postcard juga membuat gelang dan kalung dari kerang lalu dijual ke wisatawan asing.

Pekerjaan itu dilakoninya di sela sekolah. Sudikerta mengenyam pendidikan SMP di Sunariloka Kuta, kemudian melanjutkan ke SMA PGRI IV di Renon, Denpasar. Setelah lulus, lanjut ke ke Universitas Marwadewa, Denpasar. Tak mau membebankan keluarganya yang hidup pas-pasan, Sudikerta mencari uang sendiri di sela kuliahnya.

"Saat itu saya juga masih tetap kerja. Bagaimana caranya saat itu saya membagi waktu kuliah dan kerja. Waktu kuliah saya sudah menjadi guide," katanya di Bali beberpa waktu lalu.

Dia bekerja serabutan termasuk jadi pedagang asongan, kernet di Pasar Kreneng, Denpasar, bahkan sempat juga jadi pembantu di rumah Ida Bagus Setiana, warga Sanur, Denpasar pada 1983.

Sudikerta mengaku tak pernah malu bekerja apa saja yang penting halal. Ia juga pernah mengadu nasib ke Jepang selama dua tahun sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Saya bekerja tidak hanya untuk membiayai kehidupan saya, tapi juga untuk adik-adik saya juga. Waktu itu saya tidak pernah berhenti bekerja," ujar suami dari Ida Ayu Ketut Sri Sumiati tersebut.

Sudikerta yakin bahwa tak ada usaha yang sia-sia, makanya dia gigih berusaha mengubah nasib. "Ketika kita berusaha Tuhan pasti akan membantu kita. Makanya kita tidak boleh malas-malasan. Apapun itu kita kerjakan dan yang penting halal, selagi kita berusaha pasti cita-cita itu akan tercapai," paparnya.

Sudikerta pernah menjadi Wakil Bupati Badung periode 2005 hingga 2010 lalu terpilih kembali pada periode 2010-2015. Karena kesuksesannya memimpin Badung, Sudikerta lalu dicalonkan sebagai wakil gubernur pada Pilgub Bali 2013. Ia pun terpilih dan mendampingi I Made Mangku Pastika memimpin Bali hingga sekarang.

Sudikerta bukanlah sosok ekslusif, ia rajin bergaul dan berorganisasi. Pernah jadi Ketua Satkorlak Bencana Kabupaten Badung pada 2004-2010, kemudian Ketua Persekaba, Ketua Harian Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Badung 2005-2011 dan Ketua Penanggulangan HIV-AIDS. Ia juga menjabat Ketua Persatuan Pencak Silat Kertha Wisesa Bali dan Ketua DPD Partai Golkar Bali.

Karena bertekat memajukan Bali terutama menyejahterakan masyarakat bawah termasuk petani, Sudikerta kini membulatkan niat maju di Pilgub Bali 2018. Dia sudah resmi diusung Partai Golkar sebagai bakal calon gubernur Bali.

Melihat sosok Sudikerta yang visioner dan punya kepedulian besar terhadap kesejahteraan masyarakat, Partai Perindo akhirnya mantap memutuskan mendukungnya sekaligus akan bekerja total memenangkan Sudikerta di Pilgub Bali.

"Saya ingin memajukan masyarakat Bali. Dukungan dari partai lain sudah ada. Partai Perindo sudah mendukung saya sepenuhnya," ujarnya.

[okezone]

fokus berita : #I Ketut Sudikerta


Kategori Berita Golkar Lainnya