19 Mei 2017

Berita Golkar - Pernyataan politisi PDI Perjuangan, Adian Napitapulu dalam acara "Refleksi Gerakan Mahasiswa 98 Melawan Kebangkitan Orde Baru" di Graha Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin malam (15/5) telah membuat sebagian besar masyarakat bertanya-tanya. Apakah memang ada indikasi pengkhianatan di kabinet pemerintahan Jokowi? Hal ini disampaikan Pengamat Komunikasi Politik; Arvi J. Vivaldi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Golkarpedia, kamis (18/5).

Menurut Arvi, di sisi lain kita melihat Jokowi sedang sibuk bekerja berjumpa rakyatnya, seperti dalam acara Hari Buku Nasional dengan menggratiskan pengiriman buku ke pelosok negeri tanggal 17 setiap bulannya. Ketika muncul isu PKI di dalam pemerintahan, Adian berusaha sekuat tenaga mengalihkan isu tersebut dengan memunculkan isu pengkhianatan dalam kabinet Jokowi. "Padahal dalam sejarah Indonesia, pihak yang telah berkali kali berkhianat adalah PKI itu sendiri." kata Arvi.

Arvi menambahkan, ditinjau dari sisi Psikologis, Adian ini mengalami Gegar Budaya (Shock Culture). "Berawal dari aktivis jalanan dan berjuang sekian lama, sampai akhirnya bisa menjadi anggota DPR. Kehidupan sebagai wakil rakyat membuat Adian menikmati dan tak ingin kenikmatan ini berakhir." sindir Arvi. Dalam benaknya hanya ada satu, melanggengkan kenikmatan ini dengan berbagai cara. "Salah satunya membela mati matian rezim yang berkuasa agar tetap langgeng kekuasaannya." lanjut Arvi

Dalam Hierarki Kebutuhan (Abraham Maslow) - lanjut Arvi, terdapat tingkatan kebutuhan seperti psikologis, rasa nyaman, kasih sayang dan aktualisasi diri. "Menurut saya, dengan mengangkat Isu Pengkhianatan di kabinet Jokowi, Adian sedang berusaha memenuhi kebutuhan atas Aktualisasi Diri." pungkas Arvi. Arvi menyarankan Adian lebih banyak introspeksi mengingat janji janji kepada konstituennya yang dia kemukakan saat Pemilu lalu. Berusaha sekuat tenaga bekerja sebagai Wakil Rakyat sesuai tujuan awal, lebih baik daripada melontarkan isu isu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. [kontributor Jakarta]
 

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya