20 Mei 2017

Berita Golkar - Partai Golkar menilai pernyataan Ketua DPR Setya Novanto yang ingin mempercepat pembentukan panitia khusus (pansus) hak angket KPK merupakan hasil sidang paripurna sebelumnya. "Pernyataan Ketua DPR, Pak Setya Novanto, merupakan tindak lanjut hasil sidang paripurna DPR sebelumnya yang telah memutuskan soal hak angket tersebut," kata anggota Fraksi Partai Golkar (FPG), Ace Hasan Syadizly, Kamis (18/5/2017).

Menurut Ace, Golkar memastikan tiada maksud tertentu Novanto yang meminta fraksi-fraksi di DPR untuk mempercepat pansus tersebut. Menurut Ace, semua berpulang keputusan fraksi masing-masing.  Saat ini, ada 6 fraksi yang menolak hak angket KPK yakni F-Gerindra, F-PKB, F-Demokrat, F-PPP, F-PAN, dan F-PKS. Meski begitu Gerindra memutuskan mengirimkan wakilnya ke pansus dengan alasan mengawal proses hak angket agar KPK tidak dilemahkan.

Pernyataan Novanto yang meminta tindak lanjut pembentukan pansus angket KPK menjadi sorotan pegiat antikorupsi. Donal Fariz dari Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap Novanto memiliki konflik kepentingan atas hak angket tersebut. "Novanto punya konflik kepentingan dengan pansus itu. Sebab, dia sebagai Ketum Golkar, bisa saja sikap Golkar yang berubah karena instruksi yang bersangkutan," ujar Donal .

Sebagaimana diketahui, Fraksi Golkar sebelumnya mengirim surat ke pimpinan DPR yang menyatakan tidak akan mengirim wakil ke pansus angket KPK, namun ditarik kembali.[rilis]

fokus berita : #Ace Hasan


Kategori Berita Golkar Lainnya