29 Mei 2017

Berita Golkar - Elektabilitas Partai Golongan Karya (Golkar) merosot pada Mei 2017 ini dibanding bulan Oktober 2016 lalu. Ini terlihat dari hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA. Hasil survei tersebut dipaparkan oleh LSI Denny JA saat Rapat Pimpinan Nasional (RApimnas) II Partai Golkar 21 Mei 2017 lalu di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dari hasil survei itu terlihat, sebelum pelaksanaan Munaslub pada April 2016 elektabilitas Partai Golkar berada pada angka 12,2 persen. Elektabilitas Golkar mengalami kenaikan di bulan Oktober 2016 menjadi 15,3 persen ketika partai ini resmi menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres).

Namun, kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang diusung Golkar di Pilgub DKI Jakarta menyebabkan elektabilitas Golkar kembali turun. Tercatat pada Maret 2017 elektabilitas Golkar tersisa 13,5 persen.

"Sebetulnya kalau kita lihat yang survei awal Mei (2017), Golkar mengalami penurunan dibanding survei sebelumnya. Karena kasus Pilkada DKI, kemudian dampaknya cukup luas. Bukan hanya ke partai tapi juga ke Jokowi yang elektabilitasnya menurun," kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby kepada Golkarpedia Senin (29/5/2017).

Meski mengalami penurunan, menurut Adjie elektabilitas Golkar masih bisa naik kembali (reborn). Salah satunya bisa dilakukan dengan Golkar meraih kemenangan maksimal di Pilkada serentak 2018. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengakui elektabilitas partainya mengalami penurunan dibanding Oktober tahun lalu. Namun dia yakin di Pilpres 2019, tingkat keterpilihan Golkar akan naik lagi. [detik]

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily


Kategori Berita Golkar Lainnya