29 Mei 2017

Berita Golkar - Ceramah selama bulan Ramadan akan diarahkan untuk meredam radikalisme. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga ketua umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah menyiapkan aplikasi khusus untuk hal itu. Aplikasi tersebut sudah dirancang sejak tahun lalu.

”Kita sudah menyiapkan juga aplikasi-aplikasi itu,’’ ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jumat petang (26/5).

Aplikasi bernama Dewan Masjid itu berisi tiga menu utama, yakni jadwal salat dan arah kiblat, lokasi masjid, dan halo dai. Masing-masing menu punya turunan submenu yang lebih beragam. Misalnya untuk menu lokasi masjid, sudah tercatat ada 6.990 lokasi.

Pengguna bisa melihat masjid terdekat, mencari masjid yang hendak dituju, serta melihat kegiatan di masjid terdekat. Karena berbasis lokasi jaringan GPS harus aktif.

Keunggulan dari aplikasi dengan tema warna hijau itu ada pada informasi seputar dai atau penceramah. Pengguna bisa mencari dai terdekat, menemukan dai yang dikehendaki, dan pengguna bisa mendapatkan informasi seputar respon dai atas undangan. Bahkan, ada pula tanya jawab pada dai.

”Jadi kalo dilihat aplikasi DMI, Anda lihat ini daftar mubaligh yang punya pengetahuan dan dijamin tidak radikal,” kata JK memberikan garansi.

Salah satu tujuan awal pembuatan aplikasi itu memang ditujukan untuk menangkal radikalisme. Sebab, ditengarai ada sejumlah dai yang malah memasukan unsur radikal dalam ceramahnya. Nah, pengguna termasuk pengurus masjid bisa mendapatkan informasi dai yang sudah kredibel. ”Sudah kita buat himbauannya (anti radikal, red),” jelas JK.[jawapos]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya