30 Mei 2017

Berita Golkar - Enam daerah di Sulut akan menggelar Pilkada 2018. Setiap parpol tengah melakukan persiapan guna memenangkan Pilkada di enam daerah nanti. Salah satunya Partai Golkar yang sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi Pilkada 2018. Sejumlah figur telah disiapkan partai yang dipimpin Sefanus Vreeke Runtu ini, untuk merebut kembali kekuasaan.

Seperti salah satu kader Golkar di Bolmut, Karel Bangko. Dia menyatakan siap maju di Pilkada Bolmut. "Pada dasarnya Golkar tetap akan mengusung calon di Bolmut. Saya optimis akan diusung sebagai calon Bupati Bolmut dari Partai Golkar," beber Ketua DPRD Bolmut ini.

Yang pasti, kata Bangko, partai Golkar Bolmut harus berkoalisi. "Karena untuk memenuhi syarat pengusungan calon,"  ujarnya saat diwawancarai kemarin. Mengenai siapa pasangannya nanti, Bangko belum bisa mengungkapkan. "Saat ini kami sementara mensurvei siapa yang akan diusung berpasangan dengan saya nanti. Yang pasti calon papan dua nanti harus figur yang tepat" jelas Ketua DPC Golkar Bolmut.

Senada, Constantine Ganggali menyatakan siap kembali di Pilkada Talaud. "Ada rencana akan kembali mencalonkan diri. Namun saat ini masih terlalu dini menyatakan apa akan maju atau tidak," ungkapnya. Dia menambahkan, saat ini dirinya menunggu penunjukan dari partai. "Jika memang saya ditunjuk partai kembali maju di Pilkada Talaud, saya pasti siap," ungkapnya.

Di sisi lain, Djelantik Mokodompit dan Aditya Moha dikabarkan bersaing untuk maju dari Partai Golkar di Pilwako Kotamobagu. Djelantik sendiri sudah menyatakan sikap untuk maju. "Saya selaku Ketua Partai Golkar Kotamobagu, akan kembali maju di Pilkada nanti," ungkapnya. Memang diakui Mokodompit, Partai Golkar sementara mensurvei siapa yang layak diusung nanti.

Jika Djelantik sudah menyatakan diri, Aditya Moha terkesan masih malu-malu. Saat ini dirinya masih fokus menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. "Saya masih fokus terhadap tugas sebagai wakil rakyat," beber anggota Komisi XI DPR-RI. Namun, Moha mengakui akan siap jika ditunjuk partai. "Jika ditunjuk partai untuk maju. Saya selaku kader partai Golkar tentu harus siap jika ditunjuk maju bertarung di Pilkada Kotamobagu," akunya.

Terkait peluang Golkar di Pilkada 2018 nanti, pengamat politik Ronny Gosal angkat bicara. Menurutnya, Partai Golkar berpeluang asalkan mengusung calon yang tepat. "Sekarang parpol harus memilih figur yang menjual ke masyarakat. Karena nama besar parpol saja tak menjamin kemenangan," bebernya. Golkar, lanjut Gosal,  harus memperhatikan beberapa aspek.

"Pertama aspek pendekatan. Partai Golkar harus bekerja keras dalam hal pendekatan ke masyarakat," tukasnya. Di samping itu, Golkar harus kembali ke tujuan utama. "Ideologi Golkar tentang karya harus dikembalikan. Yaitu bagaimana para calon dari Golkar berkarya ke masyarakat. Dengan membantu baik di sektor pertanian, perikanan, serta lainnya," ujar Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Fispol Unsrat.

Jika semua itu terpenuhi, Gosal menilai peluang kembali berjayanya partai Golkar di Sulut sangat besar. "Jadi jika mereka memenuhi syarat-syarat di atas bukan tidak mungkin mereka bisa kembali berkuasa di Sulut," pungkasnya.

Terpisah, pengamat politik Sofi Pangemanan menilai Partai Golkar berpeluang kembali berjaya di Pilkada 2018. "Salah satu contoh terdekat dapat dilihat dari Pilkada Sangihe baru-baru ini," ujarnya. Karena,  menurut Pangemanan, figur yang ditawarkan Partai Golkar bisa sangat diperhitungkan.

"Figur-figur yang diprediksikan akan maju dari Golkar nanti sudah banyak dikenal masyarakat," jelasnya. Namun, menurut Sekretaris Jurusan Pemerintahan ini mengatakan,  semua kembali ke pemilih nanti. "Apakah akan mempercayakan figur dari partai Golkar atau tidak. Itu kembali ke penilaian dari masyarakat terkait figur yang ditawarkan nanti," jelasnya.[manadopostonline]

fokus berita : #pilkada 2018 #golkar sulut # Djelantik Mokodompit #Sefanus Vreeke Runtu #Karel Bangko


Kategori Berita Golkar Lainnya