30 Mei 2017

Berita Golkar - Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjajaki koalisi pada pemilihan Walikota Palembang.

Kali ini Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang Zulfikri Kadir mengambil formulir bakal calon walikota Palembang ke partai Golkar.

Rombongan disambut oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Palembang M Hidayat.

Wakil Ketua DPC PDIP Palembang Ali Sya'ban mengatakan, kemungkinan koalisi kedua parpol sangat mungkin terjadi.

Terlebih PDIP yang memiliki sembilan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang tidak dapat mengusung sendirian calon kepala daerah.

"Syaratnya kan mesti sepuluh kursi. Maka untuk mengusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang kami butuh dukungan parpol lain," kata Ali, usai mengambil formulir penjaringan untuk Ketua DPC PDIP Palembang Zulfikri Kadir di DPD Golkar Palembang, Senin (29/5/2017).

Menurut Ali, Golkar merupakan partai besar dan menjadi sebuah keuntungan bagi PDIP andai dapat bersama-sama mengusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota.

Sementara Sekretaris DPD Golkar Palembang Eddie Munandar juga tidak menampik kemungkinan koalisi kedua partai bakal terjalin.

Terlebih koalisi kedua parpol sudah cukup untuk mengusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang.

"Koalisi antara PDIP dan Golkar bisa saja terjadi. Apalagi PDIP memiliki sembilan kursi di parlemen dan Golkar enam kursi. Ini sudah cukup untuk mengusung satu pasangan. Meski untuk kemungkinan ini keputusannya tetap ada di Provinsi," ujar Eddie. [tribunnews]

fokus berita : #DPC PDIP Palembang #pilwako palembang #golkar Kota Palembang


Kategori Berita Golkar Lainnya